Hadapi PSAP, PSPS Butuh Pemain Ke-12
PSAP PidiePSPS Pekanbaru berharap dukungan penonton yang merupakan pemain ke-12 saat mereka menjamu PSAP Sigli dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di Stadion Sports Centre Teluk Kuantan, Sabtu (14/4). Sebab, dukungan para Askar Mania, julukkan pendukung setia PSPS, sangat penting dalam upaya meraih tiga poin
Ya, kepergian Dzumafo Effendi Herman dan Park Chul Hyung yang memilih hengkang memang sangat berpengaruh terhadap penampilan Askar Bertuah. Pasukkan Mundari Karya ini sepertinya kehilangan semangat meski sudah ada dua pemain penganti. Ini terlihat ketika mereka ditahan imbang 1-1 atas PSMS, Senin (9/4) lalu.
"Kita akui tanpa kedua pemain itu membuat PSPS sedikit timpang. Tapi, kita tidak boleh larut dari semua itu. Makanya kita butuh semangat, baik dari pemain maupun penonton agar anak-anak bisa bangkit," kata Afrizal, asisten pelatih PSPS, Jumat (13/4).
Ya, PSPS memang butuh suntikan semangat untuk meraih tiga poin dalam laga ini. Selain kehilangan dua piliar yang memilih pindah, PSPS sedikit timpang karena Fajar Handika tidak bisa turun. Gelandang muda bertenaga kuda ini absen lantaran menjalani hukuman akumulasi kartu.
Meski demikian, pasukan Mundari Karya ini sedikit diuntungkan dengan kembalinya Ali Khaddafi. Legiun asing asal Republik Togo sudah bisa dimainkan kembali setelah menjalani hukuman akumulasi kartu. PSPS juga berharap duo legium asing barunya, Ireneo Roberto Acosta dan Joo Ki Hwan bisa bermain klop dengan Zainal Arif dan kawan-kawan. Sebab, dalam laga perdana bersama PSPS beberapa waktu lalu, keduanya belum bisa memuaskan Mundri Karya.
Di laga petang nanti, Mundari Karya diperkirakan kembali akan memainkan formasi idealnya 4-2-3-1. Kuartet lini belakang kembali dipercayakan pada Ambrizal, Dedi Gusmawan, Joo Ki Hwan, dan Cima.
Posisi gelandang bertahan duet Ade Suhendra dan Ali Khaddafi dikedepankan, ditopang April Hadi di sayap kanan, Zainal Arif di sayap kiri, Patrice Nzekou holding milfield menyangga ujung tombak baru PSPS Pekanbaru, Ireneo Roberto Acosta Collante.
Bagi mantan penyerang Deltras dan PSM Makassar laga kontra PSAP Sigli ini merupakan ujicoba terakhir, layak atau tidak menjadi bagian Askar Bertuah mengarungi kompetisi sampai akhir musim. "Kita berharap poin penuh bisa diraih anak-anak sehingga posisi di klasemen sementara bisa terdongkrak," ujarnya lagi.
Seperti diketahui, usai ditahan imbang PSMS, Ambrizal dan kawan-kawan untuk menghemat tenaga melakukan persiapan di Kuansing. Hal ini dilakukan agar armada biru bisa optimal di laga kedua kandang putaran kedua ini.
Mundari optimis anak asuhannya bisa memberikan hasil maksimal pada laga petang ini, apalagi pada pertemuan terakhir di Stadion Kuta Asan akhir Maret lalu, PSPS mampu memberikan kejutan sebelum akhirnya kalah di menit-menit akhir lewat dua gol Stiker asingnya, Camara.
Kini PSAP nasibnya hampir setali tiga uang dengan PSPS, klub asal Sigli ini juga ditinggalkan sejumlah pemain pilarnya, sehingga dapat dipastikan kekuatan tim lawan sedikit lemah dari putaran pertama lalu.
"Satu hal, meski PSAP tidak seperti putaran pertama lalu, saya minta Ambrizal cs tidak menganggap remeh lawan. Intinya bermain total dan amankan poin di kandang," kata mantan pelatih PS Siak ini.
Sumber : Goal.com


0 komentar: