Masih ingat Martunis? Anak korban tsunami Aceh, Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal.  Bocah yang mengenakan kostum Timnas Portugal saat ditemukan  itu langsung  bisa mewujudkan impian bertemu sang idolanya, Cristiano Ronaldo, setelah diboyong ke Portugal.

Nah, kali ini sedikit berbeda, namun masih dari provinsi yang sama, Aceh, seorang remaja bernama Nazarul Fahmi, rela mengikuti seleksi Tunas Garuda yang lokasinya jauh di Deliserdang dari ranah kelahirannya di Bireuen, Aceh. Nazarul satu dari sedikit peserta yang mau ikut seleksi dari luar Sumatera Utara .

Dari 1.600 peserta, Nazarul Fahmi mampu menjadi satu dari empat terbaik untuk mengikuti seleksi di Jakarta sebelum ke London, Arsenal.  Nazarul rela berdesakan untuk mendaftar jadi peserta. Pelajar berusia 14 tahun ini, sampai ikhlas harus menempuh perjalanan selama tujuh jam dari tempat tinggalnya menuju Deliserdang. Sebab, seleksi tidak diadakan di Aceh. Perjuangannya tak sia-sia, sebab, dia mampu terpilih dan diapit oleh tiga rivalnya dari asal kota seleksi di Lubukpakam Deliserdang.


Makanya, begitu namanya disebut sebagai empat terbaik, Nazarul meluapkan kegembiraannya di lapangan Stadion Baharoeddin Siregar. Dia semakin tak kuasa menahan senyum sumringah, ketika melihat sang ibunda yang selalu setia menemaninya untuk menapaki cita-citanya menjadi pesepakbola.  Untuk seleksi, pesepakbola berambut ikal ini bersama ibunya minta tolong dengan teman ibunya. “Saya menumpang di rumah teman ibu,” kata Nazarul.

Nazarul merupakan anak dari Guru SD Inpres Bireun Propinsi, Aceh. Penampilannya sangat sederhana, namun memiliki impian yang sudah lama diusungnya, yakni berlatih di Arsenal. Sebab, jauh hari, Nazarul sangat mengidolakan klub Premier League tersebut.  “Saya ingin menjadi pemain nasional dan bisa menjajal peruntungan merumput di Arsenal,” ungkapnya.
Nazarul  yang juga nge-fans dengan pemain Fabregas itu mengaku mandapatkan dukungan penuh dari sang ibu untuk berlatih sepakbola secara serius. “Ibu selalu bilang agar saya terus mengasah kemapuan lebih keras lagi untuk bisa lolos dalam seleksi di Jakarta 18 september mendatang,” pungkasnya.

Nazarul di mata juri, pelatih Soccer School Indonesia, Abdul Malik, adalah pemain yang memiliki kecepatan. Dibanding peserta lainnya, anak asal negeri Serambi Mekkah ini mampu berlari cepat dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik. “Dia seorang striker yang punya kecepatan,” ujar juri yang akrab disapa Fany ini.

Seleksi peserta Tunas Garuda sendiri digelar di sembilan kota masing-masing Bandung, Palembang, Makassar, Jayapura, Semarang, Malang, Medan, Balikpapan, dan Jakarta. Para pemenang dari seleksi nasional ini akan mengikuti training camp di Akademi Sepak Bola Arsenal, Inggris selama dua pekan pada pertengahan Oktober.

“Selama di Inggris, ke-18 pemain muda ini akan diberi kesempatan berlatih secara profesional bersama ratusan siswa Akademi Sepak Bola Arsenal yang usianya sebaya dengan mereka. Mereka akan diajak merasakan atmosfer berlatih dengan tingkat disiplin tinggi yang menjadi ciri khas akademi sepak bola tingkat dunia,” kata Ketua Pelaksana Seleksi Nasional Tunas Garuda, Barnas Kamora. 

Barnas menambahkan, selain memberikan kesempatan kepada para pemenang seleksi nasional ini berlatih di Arsenal, mereka juga akan diberi kesempatan bertanding melawan Arsenal Junior U-16 dan diajak menonton langsung sejumlah laga Arsenal di kandang mereka, Emirates Stadium, London.

Sumber : goal.com 




 

0 komentar:

Posting Komentar